Langsung ke konten utama

@kangwiguk: Siapa Juaranya?

Just Info! Surabaya di guyur hujan deras siang ini. Semoga hujan yang membawa berkah, bukan hujan yang membawa petaka. Amin...

Lalu apa kaitannya antara hujan dan blog ini?

Kaitannya tidak ada sama sekali...!

OK! Kita kembali ke topik semula.

Pernahkah Anda berpikir, bahwa dalam setiap perlombaan selalu ada pihak yang dikalahkan dan pihak yang mengalahkan. Ada pemenang dan ada yang terbuang. Selalu begitu, karena memang demikian adanya.

Coba perhatikan sekali lagi, kira-kira siapakah yang layak jadi pemenang dalam setiap kejuaraan? Yang lemah ataukah yang kuat? Yang lambat ataukah yang cepat?

OK! Ternyata kita sepakat dalam hal ini, bahwa yang kuat-lah yang berhak jadi juara. Atau yang tercepat yang layak jadi pemenangnya.

Sahabat, jika analogi perlombaan tersebut kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, sudah layakkah Anda untuk menjadi juaranya? Sudah pantaskah Anda untuk menyabet gelar sebagai sang pemenangnya?

 "Kenyataannya, harapan mereka berbanding terbalik dengan perilakunya."

Inilah yang patut kita renungkan saat ini. Semua orang pasti ingin sukses, setiap orang pasti ingin bahagia, dan setiap orang pasti berharap untuk menjadi pemenang dalam setiap perlombaan. Tapi kenyataannya, harapan mereka berbanding terbalik dengan perilakunya. Ingin sehat tapi tetap saja merokok. Ingin kaya tapi tetap saja malas bekerja. Ingin sukses tapi tetap saja malas berusaha, apalagi berjuang hingga berdarah-darah untuk mewujudkannya. Lho, ini 'kan namanya membohongi diri sendiri. Terus, apakah yang demikian layak untuk menyandang gelar sebagai Sang Juara?

Wallahu'alam...

Salam,
@kangwiguk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

2 Rahasia Sukses Andrie Wongso @kangwiguk

Andrie Wongso, "Sang Pembelajar" Saya yakin, Anda pun tahu siapa Andrie Wongso yang saya maksud dalam judul di atas. Yapp! Anda sama sekali tidak salah. Beliau adalah motivator no. 1 di Indonesia. Beliau lahir dari keluarga miskin di Malang pada tanggal 6 Desember 1954 dan telah lebih dari 20 tahun berkiprah sebagai pengusaha sukses. Kemauannya yang kuat untuk berbagi, semangatnya yang luar biasa, dipadu dengan pengalaman yang beragam, serta kebijaksanaan yang dimilikinya telah mengantarkan ia sebagai The Best Motivator Indonesia. Meski begitu, Beliau lebih suka jika disebut sebagai "Sang Pembelajar". Benar-benar sosok yang rendah hati 'kan?! Dan kabar baiknya, baru-baru ini Beliau telah memberitahukan kepada khalayak banyak mengenai rahasia kesuksesannya itu. Dan kini, saya turut membagikan rahasia kesuksesannya itu kepada Anda dengan harapan Anda bisa meraih kesuksesan sebagaimana kesuksesan yang telah Beliau raih beserta orang-orang sukses lainnya ...

Nyawa @kangwiguk

Sudah mafhum kita mengerti bahwa hidup manusia ditentukan oleh nyawa yang melekat pada badan ini. Tanpa adanya nyawa, mustahil manusia bisa hidup; bergerak, berbuat, berkehendak, makan, minum, dan lain sebagainya. Nyawa adalah nafas kehidupan setiap mahluk di semesta ini. Oleh karenanya dikatakan bahwa setiap yang bernyawa dikatakan hidup dan setiap yang telah kehilangan nyawa disebut mati, meskipun secara fisik masih utuh dan lengkap. Nyawa menjadi hal penting dan utama dalam kehidupan setiap individu. Dalam berjuang untuk menggapai kesuksesan pun dibutuhkan ruh atau nyawa yang akan senantiasa menggerakkan kita. “Nyawa” inilah yang akan membuat kita terus bergerak dan bergerak. “Nyawa” inilah yang akan membuat kita selalu bangkit meski berulang kali “badai” memporak-porandakan kehidupan

Orang Hebat @kangwiguk

Dulu, saat saya melamar pada salah satu agen properti di Surabaya dengan membawa selembar ijazah SMA - padahal jelas disitu ditulis 'minimal S-1 dengan IPK min 3.0'' – orang-orang pada mengatakan bahwa saya adalah orang yang hebat dan berani. Padahal saya tidak merasa seperti itu. Justru sebaliknya saya merasa bukan apa-apa karena masih banyak orang lain yang jaaaa...uuhh lebih hebat lagi. Dan salah satunya adalah sahabat saya. (Sebaiknya tidak usah menyebut nama). Menurut kisahnya, ia anak kedua dari enam bersaudara. Orangtuanya bekerja sebagai buruh tani. Menghidupi dan membiayai enam orang anak tentu merupakan tantangan tersendiri bagi mereka. Apalagi dengan pendapatan yang tidak menentu. Tergantung pada ada tidaknya orang yang mempekerjakannya. Jika melihat latar belakangnya itu, bisa tamat SMP tentu sudah prestasi tersendiri bagi sahabat saya itu.