Langsung ke konten utama

Momentum Kesuksesanmu @kangwiguk

Berbicara mengenai kesuksesan, selalu tak lepas dari perjuangan dan kerja keras. Karena mustahil tanpa itu semua kesuksesan akan mampir dalam kehidupan kita. Orang bilang, kesuksesan itu ibarat berada di puncak gunung. Tak ada jalan mulus, yang ada hanya jalan terjal dan berbatu. Oleh karenanya, hanya mereka yang bermental baja dan memiliki efort kerja tinggi yang berhasil meraihnya. Lainnya, TIDAK!

Kingsley Ward, pengusaha kaya raya asal Kanada ini menuturkan dalam bukunya "The Lesson", bahwa upaya untuk mencapai kesuksesan itu ibarat mendorong mobil ke puncak gunung. Berat dan sangat melelahkan. Meskipun kita bisa berhenti sejenak, kita tetap harus menyelesaikan "pekerjaan" itu agar mobil tidak meluncur ke dasar gunung. Setelah itu kita harus mendorong dan mendorong lagi hingga sampai ke puncak
gunung. Dalam dunia kerja pun sama persis seperti itu. Sekeras apa pun kita bekerja kemarin, kalau upaya kita hari ini mengendur maka kita akan kehilangan momentum. Dan begitu momentum lenyap, seluruh upaya yang telah kita bangun sekian lama akan tergerus dan terkikis habis. Lenyap tanpa meninggalkan bekas.

"
Kesuksesan tidak bergantung pada tempat di mana kita bekerja, melainkan ada pada bagaimana kita memperlakukan pekerjaan kita.

Begitu pula saat kita menjalani aktivitas pekerjaan sehari-hari. Setiap saat, setiap waktu adalah momentum yang harus senantiasa dimaksimalkan. Karena kesuksesan kita tidak bergantung pada tempat di mana kita bekerja, melainkan ada pada bagaimana kita memperlakukan pekerjaan kita. Inilah kesempatan yang diberikan oleh Tuhan, tinggal kita mampu membuktikannya atau tidak? Apakah kita benar-benar telah menjadi pribadi yang excellent atau tidak, sebagaimana harapan Tuhan saat menciptakan diri kita. "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya," (QS. At-Tin [95]: 4).

Perlu diperhatikan! Jika kita berani mengecewakan Tuhan, maka keberanian itu hanya akan berujung pada kekecewaan diri kita sendiri. Nah lho?!

Salam,
@kangwiguk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

2 Rahasia Sukses Andrie Wongso @kangwiguk

Andrie Wongso, "Sang Pembelajar" Saya yakin, Anda pun tahu siapa Andrie Wongso yang saya maksud dalam judul di atas. Yapp! Anda sama sekali tidak salah. Beliau adalah motivator no. 1 di Indonesia. Beliau lahir dari keluarga miskin di Malang pada tanggal 6 Desember 1954 dan telah lebih dari 20 tahun berkiprah sebagai pengusaha sukses. Kemauannya yang kuat untuk berbagi, semangatnya yang luar biasa, dipadu dengan pengalaman yang beragam, serta kebijaksanaan yang dimilikinya telah mengantarkan ia sebagai The Best Motivator Indonesia. Meski begitu, Beliau lebih suka jika disebut sebagai "Sang Pembelajar". Benar-benar sosok yang rendah hati 'kan?! Dan kabar baiknya, baru-baru ini Beliau telah memberitahukan kepada khalayak banyak mengenai rahasia kesuksesannya itu. Dan kini, saya turut membagikan rahasia kesuksesannya itu kepada Anda dengan harapan Anda bisa meraih kesuksesan sebagaimana kesuksesan yang telah Beliau raih beserta orang-orang sukses lainnya ...

Nyawa @kangwiguk

Sudah mafhum kita mengerti bahwa hidup manusia ditentukan oleh nyawa yang melekat pada badan ini. Tanpa adanya nyawa, mustahil manusia bisa hidup; bergerak, berbuat, berkehendak, makan, minum, dan lain sebagainya. Nyawa adalah nafas kehidupan setiap mahluk di semesta ini. Oleh karenanya dikatakan bahwa setiap yang bernyawa dikatakan hidup dan setiap yang telah kehilangan nyawa disebut mati, meskipun secara fisik masih utuh dan lengkap. Nyawa menjadi hal penting dan utama dalam kehidupan setiap individu. Dalam berjuang untuk menggapai kesuksesan pun dibutuhkan ruh atau nyawa yang akan senantiasa menggerakkan kita. “Nyawa” inilah yang akan membuat kita terus bergerak dan bergerak. “Nyawa” inilah yang akan membuat kita selalu bangkit meski berulang kali “badai” memporak-porandakan kehidupan

Orang Hebat @kangwiguk

Dulu, saat saya melamar pada salah satu agen properti di Surabaya dengan membawa selembar ijazah SMA - padahal jelas disitu ditulis 'minimal S-1 dengan IPK min 3.0'' – orang-orang pada mengatakan bahwa saya adalah orang yang hebat dan berani. Padahal saya tidak merasa seperti itu. Justru sebaliknya saya merasa bukan apa-apa karena masih banyak orang lain yang jaaaa...uuhh lebih hebat lagi. Dan salah satunya adalah sahabat saya. (Sebaiknya tidak usah menyebut nama). Menurut kisahnya, ia anak kedua dari enam bersaudara. Orangtuanya bekerja sebagai buruh tani. Menghidupi dan membiayai enam orang anak tentu merupakan tantangan tersendiri bagi mereka. Apalagi dengan pendapatan yang tidak menentu. Tergantung pada ada tidaknya orang yang mempekerjakannya. Jika melihat latar belakangnya itu, bisa tamat SMP tentu sudah prestasi tersendiri bagi sahabat saya itu.