Langsung ke konten utama

Menjadi Pekerja Yang Berlimpah Berkah @kangwiguk

Menurut Donald Trump, kesuksesan adalah saat kita mampu meraih kebahagiaan. Dan berbicara mengenai kebahagiaan, mustahil hal itu dapat kita capai tanpa adanya campur tangan dari Tuhan. Karena bagaimana pun, sumber kebahagiaan sejati selalu datangnya dari Tuhan. Inilah yang kita kenal dengan istilah berkah (berkat) Tuhan.

Dan salah satu sikap yang bisa mendatangkan berkah tersebut adalah sikap amanah. Artinya, bertanggungjawab dan dapat dipercaya. Sebagai apapun kita di dunia ini, sikap amanah - bertanggungjawab dan dapat dipercaya - seharusnya melekat dalam diri kita. Termasuk sebagai seorang pekerja sekalipun. Karena sikap inilah yang bisa mendatangkan kebahagiaan dalam hidup kita.

"
Sikap pantang menyerah inilah wujud dari kesungguhan itu.

Oleh karenanya, sadarilah, apapun jabatan dan profesi kita, semua itu merupakan amanah yang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan dengan sepenuh hati. Paramater penting sebagai acuan atas kesungguhan kinerja kita adalah hasil (result). Sebelum kita berhasil mencapai tujuan, kesungguhan kita dalam bekerja masih patut dipertanyakan. Maka hal pertama yang seharusnya kita evaluasi adalah diri kita sendiri. Tiada lain. Sampai sejauh mana kesungguhan kita dalam menjalani prosesnya. Jika ternyata sudah, maka evaluasi selanjutnya ada pada proses. Apakah step by step-nya sudah benar? Apakah tindakan kita sudah sesuai dengan standar proseduralnya? Jika belum, perbaiki proses kita secara terus menerus dengan senantiasa memperbarui niat dan semangat. Sikap pantang menyerah inilah wujud dari kesungguhan itu. Yakinlah! Dengan melakukan itu semua bukan sesuatu yang mustahil jika kesuksesan itu ada dalam genggaman kita.

Jadi, agar hidup kita berlimpah berkah, maka jalanilah proses kerja dengan sebaik mungkin, penuh dedikasi dan loyalitas tinggi, dengan melibatkan segenap emosi (positif) dan sepenuh hati dengan menjadikan Tuhan sebagai pengawas dan majikan kita. Percayalah! Bukan hanya hasil yang akan kita capai, tapi kebahagiaan mutlak akan jadi milik kita.

Tak percaya?! Coba saja...

Salam,
@kangwiguk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

2 Rahasia Sukses Andrie Wongso @kangwiguk

Andrie Wongso, "Sang Pembelajar" Saya yakin, Anda pun tahu siapa Andrie Wongso yang saya maksud dalam judul di atas. Yapp! Anda sama sekali tidak salah. Beliau adalah motivator no. 1 di Indonesia. Beliau lahir dari keluarga miskin di Malang pada tanggal 6 Desember 1954 dan telah lebih dari 20 tahun berkiprah sebagai pengusaha sukses. Kemauannya yang kuat untuk berbagi, semangatnya yang luar biasa, dipadu dengan pengalaman yang beragam, serta kebijaksanaan yang dimilikinya telah mengantarkan ia sebagai The Best Motivator Indonesia. Meski begitu, Beliau lebih suka jika disebut sebagai "Sang Pembelajar". Benar-benar sosok yang rendah hati 'kan?! Dan kabar baiknya, baru-baru ini Beliau telah memberitahukan kepada khalayak banyak mengenai rahasia kesuksesannya itu. Dan kini, saya turut membagikan rahasia kesuksesannya itu kepada Anda dengan harapan Anda bisa meraih kesuksesan sebagaimana kesuksesan yang telah Beliau raih beserta orang-orang sukses lainnya ...

Nyawa @kangwiguk

Sudah mafhum kita mengerti bahwa hidup manusia ditentukan oleh nyawa yang melekat pada badan ini. Tanpa adanya nyawa, mustahil manusia bisa hidup; bergerak, berbuat, berkehendak, makan, minum, dan lain sebagainya. Nyawa adalah nafas kehidupan setiap mahluk di semesta ini. Oleh karenanya dikatakan bahwa setiap yang bernyawa dikatakan hidup dan setiap yang telah kehilangan nyawa disebut mati, meskipun secara fisik masih utuh dan lengkap. Nyawa menjadi hal penting dan utama dalam kehidupan setiap individu. Dalam berjuang untuk menggapai kesuksesan pun dibutuhkan ruh atau nyawa yang akan senantiasa menggerakkan kita. “Nyawa” inilah yang akan membuat kita terus bergerak dan bergerak. “Nyawa” inilah yang akan membuat kita selalu bangkit meski berulang kali “badai” memporak-porandakan kehidupan

Orang Hebat @kangwiguk

Dulu, saat saya melamar pada salah satu agen properti di Surabaya dengan membawa selembar ijazah SMA - padahal jelas disitu ditulis 'minimal S-1 dengan IPK min 3.0'' – orang-orang pada mengatakan bahwa saya adalah orang yang hebat dan berani. Padahal saya tidak merasa seperti itu. Justru sebaliknya saya merasa bukan apa-apa karena masih banyak orang lain yang jaaaa...uuhh lebih hebat lagi. Dan salah satunya adalah sahabat saya. (Sebaiknya tidak usah menyebut nama). Menurut kisahnya, ia anak kedua dari enam bersaudara. Orangtuanya bekerja sebagai buruh tani. Menghidupi dan membiayai enam orang anak tentu merupakan tantangan tersendiri bagi mereka. Apalagi dengan pendapatan yang tidak menentu. Tergantung pada ada tidaknya orang yang mempekerjakannya. Jika melihat latar belakangnya itu, bisa tamat SMP tentu sudah prestasi tersendiri bagi sahabat saya itu.