Langsung ke konten utama

Jangan Pernah Belajar Dari Kegagalan @kangwiguk

Sudah berapa kali Anda mengalami kegagalan dalam kehidupan ini? Dan sudah berapa banyak nasehat tentang kegagalan yang sudah Anda terima? Iya, ada begitu banyak nasehat tentang kegagalan yang sering dikutip setiap hari untuk memompa semangat kita kembali. Dan saya yakin, nasehat semacam "kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda", "kegagalan adalah awal dari kesuksesan", dan seterusnya, hingga mengutip nasehat dari tokoh dunia semacam Colin Powell, yang pernah mengatakan bahwa "Tidak ada yang namanya rahasia sukses. Sukses adalah hasil dari persiapan, kerja keras, dan belajar dari kesalahan (baca: kegagalan)", telah memenuhi segenap sudut-sudut otak kita. Pertanyaannya, benarkah demikian?

Havard Business School, pada tahun 2009 melakukan studi tentang perusahaan-perusahaan yang disokong oleh venture capital firms periode 1986 sampai 2003.
Ternyata, pengusaha yang sudah pernah memperoleh kesuksesan lebih sering berhasil dalam mengulang kesuksesan mereka. Success rate mereka dalam mendirikan perusahaan-perusahaan baru adalah senilai 34 persen. Sementara itu, pengusaha yang perusahaan sebelumnya telah dilikuidasi atau bangkrut, memiliki success rate yang kurang lebih sama dengan pengusaha yang baru memulai usaha mereka, yakni sebesar 23 persen. (Kariza, Alanda, 2012: 69).


Artinya, orang sukses jauh lebih mudah untuk membangun ataupun untuk mencapai kesuksesan demi kesuksesan berikutnya. Kita berjuang melakukan sesuatu bukan bermaksud untuk gagal 'kan? Melainkan untuk mencapai harapan yang telah kita impi-impikan sebelumnya. Kalau bisa langsung berhasil, kenapa mesti pakai acara gagal segala?

Ketika kita sedang mencari nasehat tentang kegagalan, sejujurnya kita sedang mencari seseorang yang bisa menemani kegagalan kita. Kalau pun kita harus belajar dari mereka, sebenarnya kita bukan belajar dari kegagalannya, melainkan belajar bagaimana ia bisa mencapai sukses setelah mampu bangkit dari keterpurukan dan kegagalan.

Bagaimana menurut Anda?

Salam,
@kangwiguk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

2 Rahasia Sukses Andrie Wongso @kangwiguk

Andrie Wongso, "Sang Pembelajar" Saya yakin, Anda pun tahu siapa Andrie Wongso yang saya maksud dalam judul di atas. Yapp! Anda sama sekali tidak salah. Beliau adalah motivator no. 1 di Indonesia. Beliau lahir dari keluarga miskin di Malang pada tanggal 6 Desember 1954 dan telah lebih dari 20 tahun berkiprah sebagai pengusaha sukses. Kemauannya yang kuat untuk berbagi, semangatnya yang luar biasa, dipadu dengan pengalaman yang beragam, serta kebijaksanaan yang dimilikinya telah mengantarkan ia sebagai The Best Motivator Indonesia. Meski begitu, Beliau lebih suka jika disebut sebagai "Sang Pembelajar". Benar-benar sosok yang rendah hati 'kan?! Dan kabar baiknya, baru-baru ini Beliau telah memberitahukan kepada khalayak banyak mengenai rahasia kesuksesannya itu. Dan kini, saya turut membagikan rahasia kesuksesannya itu kepada Anda dengan harapan Anda bisa meraih kesuksesan sebagaimana kesuksesan yang telah Beliau raih beserta orang-orang sukses lainnya ...

Nyawa @kangwiguk

Sudah mafhum kita mengerti bahwa hidup manusia ditentukan oleh nyawa yang melekat pada badan ini. Tanpa adanya nyawa, mustahil manusia bisa hidup; bergerak, berbuat, berkehendak, makan, minum, dan lain sebagainya. Nyawa adalah nafas kehidupan setiap mahluk di semesta ini. Oleh karenanya dikatakan bahwa setiap yang bernyawa dikatakan hidup dan setiap yang telah kehilangan nyawa disebut mati, meskipun secara fisik masih utuh dan lengkap. Nyawa menjadi hal penting dan utama dalam kehidupan setiap individu. Dalam berjuang untuk menggapai kesuksesan pun dibutuhkan ruh atau nyawa yang akan senantiasa menggerakkan kita. “Nyawa” inilah yang akan membuat kita terus bergerak dan bergerak. “Nyawa” inilah yang akan membuat kita selalu bangkit meski berulang kali “badai” memporak-porandakan kehidupan

Orang Hebat @kangwiguk

Dulu, saat saya melamar pada salah satu agen properti di Surabaya dengan membawa selembar ijazah SMA - padahal jelas disitu ditulis 'minimal S-1 dengan IPK min 3.0'' – orang-orang pada mengatakan bahwa saya adalah orang yang hebat dan berani. Padahal saya tidak merasa seperti itu. Justru sebaliknya saya merasa bukan apa-apa karena masih banyak orang lain yang jaaaa...uuhh lebih hebat lagi. Dan salah satunya adalah sahabat saya. (Sebaiknya tidak usah menyebut nama). Menurut kisahnya, ia anak kedua dari enam bersaudara. Orangtuanya bekerja sebagai buruh tani. Menghidupi dan membiayai enam orang anak tentu merupakan tantangan tersendiri bagi mereka. Apalagi dengan pendapatan yang tidak menentu. Tergantung pada ada tidaknya orang yang mempekerjakannya. Jika melihat latar belakangnya itu, bisa tamat SMP tentu sudah prestasi tersendiri bagi sahabat saya itu.