Langsung ke konten utama

Mogok Prestasi @kangwiguk

Pernah Anda mempunyai pengalaman mendorong mobil yang mogok di tengah jalan, saat panas terik yang begitu menyengat atau di tengah guyuran hujan yang deras? Kalau punya, share dong pengalamannya di sini …! Hehehehe ….

Sahabat, kira-kira apa yang Anda rasakan jika suatu hari, saat Anda meluncur bersama mobil Mercy S-Class kesayangan Anda, di jalanan yang ramai penuh dengan lalu lalang orang, dan tiba-tiba mobil Anda itu mogok persis di depan kerumunan orang-orang tersebut? Ditambah lagi, ternyata di situ ada beberapa kolega yang mengenal Anda, dan sialnya juga, ternyata si tampan yang selama ini menjadi rival Anda untuk merebut hati Si Putri juga lagi memperhatikan Anda. Aduuuhh, rasanya malu tujuh turunan kali ya …, apalagi tahu kalau mobil itu mogok gara-gara lupa belum isi bahan bakar. Tengsiiinnn bener. Ibarat pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga pula!


Sahabat, kalau kita mau jujur, sebenarnya kehidupan kita juga tak jauh-jauh amat sebagaimana gambaran fragmen di atas. Sebagai manusia, kita diciptakan Tuhan sebagai mahluk terbaik dengan segala potensinya. Berbagai hal seharusnya bisa dilakukan oleh manusia. Berbagai pencapaian demi pencapaian seharusnya bisa dicapai oleh manusia. Sayangnya, kita kerap mengabaikan hal itu. Kita kerap mengacuhkan kemampuan dan potensi yang kita miliki. Sehingga perjalanan karir kita jauh dari harapan, bahkan teramat jauh. Dan itu semua bukan karena kita tidak memiliki kemampuan di dalamnya, melainkan karena kita telah kehabisan energi sebelum sampai pada tujuan hidup kita. Nyali dan semangat kita terlalu kecil untuk bisa mencapai tujuan besar kita. Ibaratnya, diri kita adalah mobil Mercy S-Class yang keren dan canggih, namun harus mogok di tengah jalan karena kehabisan bahan bakar. Sangat memalukan 'kan?!

Salam,
@kangwiguk


Komentar

Postingan populer dari blog ini

2 Rahasia Sukses Andrie Wongso @kangwiguk

Andrie Wongso, "Sang Pembelajar" Saya yakin, Anda pun tahu siapa Andrie Wongso yang saya maksud dalam judul di atas. Yapp! Anda sama sekali tidak salah. Beliau adalah motivator no. 1 di Indonesia. Beliau lahir dari keluarga miskin di Malang pada tanggal 6 Desember 1954 dan telah lebih dari 20 tahun berkiprah sebagai pengusaha sukses. Kemauannya yang kuat untuk berbagi, semangatnya yang luar biasa, dipadu dengan pengalaman yang beragam, serta kebijaksanaan yang dimilikinya telah mengantarkan ia sebagai The Best Motivator Indonesia. Meski begitu, Beliau lebih suka jika disebut sebagai "Sang Pembelajar". Benar-benar sosok yang rendah hati 'kan?! Dan kabar baiknya, baru-baru ini Beliau telah memberitahukan kepada khalayak banyak mengenai rahasia kesuksesannya itu. Dan kini, saya turut membagikan rahasia kesuksesannya itu kepada Anda dengan harapan Anda bisa meraih kesuksesan sebagaimana kesuksesan yang telah Beliau raih beserta orang-orang sukses lainnya ...

Nyawa @kangwiguk

Sudah mafhum kita mengerti bahwa hidup manusia ditentukan oleh nyawa yang melekat pada badan ini. Tanpa adanya nyawa, mustahil manusia bisa hidup; bergerak, berbuat, berkehendak, makan, minum, dan lain sebagainya. Nyawa adalah nafas kehidupan setiap mahluk di semesta ini. Oleh karenanya dikatakan bahwa setiap yang bernyawa dikatakan hidup dan setiap yang telah kehilangan nyawa disebut mati, meskipun secara fisik masih utuh dan lengkap. Nyawa menjadi hal penting dan utama dalam kehidupan setiap individu. Dalam berjuang untuk menggapai kesuksesan pun dibutuhkan ruh atau nyawa yang akan senantiasa menggerakkan kita. “Nyawa” inilah yang akan membuat kita terus bergerak dan bergerak. “Nyawa” inilah yang akan membuat kita selalu bangkit meski berulang kali “badai” memporak-porandakan kehidupan

Orang Hebat @kangwiguk

Dulu, saat saya melamar pada salah satu agen properti di Surabaya dengan membawa selembar ijazah SMA - padahal jelas disitu ditulis 'minimal S-1 dengan IPK min 3.0'' – orang-orang pada mengatakan bahwa saya adalah orang yang hebat dan berani. Padahal saya tidak merasa seperti itu. Justru sebaliknya saya merasa bukan apa-apa karena masih banyak orang lain yang jaaaa...uuhh lebih hebat lagi. Dan salah satunya adalah sahabat saya. (Sebaiknya tidak usah menyebut nama). Menurut kisahnya, ia anak kedua dari enam bersaudara. Orangtuanya bekerja sebagai buruh tani. Menghidupi dan membiayai enam orang anak tentu merupakan tantangan tersendiri bagi mereka. Apalagi dengan pendapatan yang tidak menentu. Tergantung pada ada tidaknya orang yang mempekerjakannya. Jika melihat latar belakangnya itu, bisa tamat SMP tentu sudah prestasi tersendiri bagi sahabat saya itu.