Langsung ke konten utama

Beda Mindset Orang Sukses dan Gagal @kangwiguk


Sebagaimana kita pahami selama ini, bahwa hidup adalah pilihan. Pun begitu dengan masa depan dan kesuksesan kita sendiri. Sepenuhnya, setiap individu bertanggungjawab atas masa depan dan kesuksesannya sendiri. Jika ada orang lain yang sukses karena bantuan pihak lain, percayalah, itu hanya bersifat membantu. Tidak sepenuhnya karena andil pihak lain tersebut. Tapi jika benar-benar ada orang yang sukses berkat campur tangan pihak lain sepenuhnya, maka sejatinya ia bukanlah orang yang sukses. Karena sesuatu yang dianggap sukses tersebut akan sirna bersama kepergian pihak tersebut. Intinya, kesuksesan selalu bersumber dari diri sendiri. Kekuatan yang berasal dari dalam dirinya sendiri. Oleh karena itu, orang yang sukses selalu memiliki mindset yang tepat atas segala kejadian yang menimpa dirinya. Berikut beberapa perbedaan mindset antara orang sukses (winner) dan orang yang gagal (loser):


+ Sukses itu adalah mereka yang berpikir untuk memcahkan masalah. (Mindset orang sukses)
- Gagal itu adalah mereka yang berpikir dalam masalah. (Mindset orang gagal)

+ Orang sukses itu tak pernah kehabisan ide.
- Orang gagal tak pernah habis udzur (halangan)-nya.

+ Sukses itu melihat jalan keluar dalam masalah.
- Gagal itu melihat masalah pada jalan keluar.

+ Sukses itu berkata, “Jalan keluar itu sulit, tapi mungkin dilakukan.”
- Gagal itu berkata, “Jalan keluar itu mungkin, tapi sangat sulit.”

+ Sukses itu memiliki cita-cita yang akan diwujudkan.
- Gagal itu memiliki angan-angan dan mimpi yang mengacaukan.

+ Sukses itu berkata, “Bergaullah dengan manusia dalam pergaulan yang kamu suka diperlakukan.”
- Gagal itu berkata, “Tipulah manusia sebelum manusia menipumu.”

+Sukses itu melihat adanya cita-cita dalam pekerjaannya.
- Gagal itu melihat kesusahan dalam pekerjaannya.

+ Sukses itu melihat masa yang akan datang dan merencanakan langkah-langkahnya untuk mewujudkannya.
- Gagal itu melihat masa lalu dan tenggelam bersamanya.

+ Sukses itu memilih apa yang ia katakan.
- Gagal itu mengatakan apa yang ia pilih.

+ Sukses itu berdebat dengan kemampuan dan bahasa yang lembut.
- Gagal itu berdebat dengan kelemahan dan bahasa yang kasar.

+ Sukses itu berhasil menciptakan sejarah dalam hidupnya.
- Gagal itu dibentuk oleh sejarah lingkungannya.

Itulah beberapa perbedaan antara cara berpikir orang sukses dengan orang yang gagal. Semoga kita bisa mengambil pelajaran atasnya, dan senantiasa berjuang untuk mewujudkan apapun yang menjadi mimpi dan harapan kita semua.

Salam,
@kangwiguk

Note: Sebagian tulisan disadur dari Majalah Nurul Hayat Edisi 105, Oktober 2012.

Komentar

Posting Komentar

Terima kasih, Anda telah berkunjung ke blog saya. Masukan, saran, dan kritik dari Anda sangat berarti bagi saya.
Silahkan tinggalkan komentar Anda di sini...

Postingan populer dari blog ini

2 Rahasia Sukses Andrie Wongso @kangwiguk

Andrie Wongso, "Sang Pembelajar" Saya yakin, Anda pun tahu siapa Andrie Wongso yang saya maksud dalam judul di atas. Yapp! Anda sama sekali tidak salah. Beliau adalah motivator no. 1 di Indonesia. Beliau lahir dari keluarga miskin di Malang pada tanggal 6 Desember 1954 dan telah lebih dari 20 tahun berkiprah sebagai pengusaha sukses. Kemauannya yang kuat untuk berbagi, semangatnya yang luar biasa, dipadu dengan pengalaman yang beragam, serta kebijaksanaan yang dimilikinya telah mengantarkan ia sebagai The Best Motivator Indonesia. Meski begitu, Beliau lebih suka jika disebut sebagai "Sang Pembelajar". Benar-benar sosok yang rendah hati 'kan?! Dan kabar baiknya, baru-baru ini Beliau telah memberitahukan kepada khalayak banyak mengenai rahasia kesuksesannya itu. Dan kini, saya turut membagikan rahasia kesuksesannya itu kepada Anda dengan harapan Anda bisa meraih kesuksesan sebagaimana kesuksesan yang telah Beliau raih beserta orang-orang sukses lainnya ...

Nyawa @kangwiguk

Sudah mafhum kita mengerti bahwa hidup manusia ditentukan oleh nyawa yang melekat pada badan ini. Tanpa adanya nyawa, mustahil manusia bisa hidup; bergerak, berbuat, berkehendak, makan, minum, dan lain sebagainya. Nyawa adalah nafas kehidupan setiap mahluk di semesta ini. Oleh karenanya dikatakan bahwa setiap yang bernyawa dikatakan hidup dan setiap yang telah kehilangan nyawa disebut mati, meskipun secara fisik masih utuh dan lengkap. Nyawa menjadi hal penting dan utama dalam kehidupan setiap individu. Dalam berjuang untuk menggapai kesuksesan pun dibutuhkan ruh atau nyawa yang akan senantiasa menggerakkan kita. “Nyawa” inilah yang akan membuat kita terus bergerak dan bergerak. “Nyawa” inilah yang akan membuat kita selalu bangkit meski berulang kali “badai” memporak-porandakan kehidupan

Orang Hebat @kangwiguk

Dulu, saat saya melamar pada salah satu agen properti di Surabaya dengan membawa selembar ijazah SMA - padahal jelas disitu ditulis 'minimal S-1 dengan IPK min 3.0'' – orang-orang pada mengatakan bahwa saya adalah orang yang hebat dan berani. Padahal saya tidak merasa seperti itu. Justru sebaliknya saya merasa bukan apa-apa karena masih banyak orang lain yang jaaaa...uuhh lebih hebat lagi. Dan salah satunya adalah sahabat saya. (Sebaiknya tidak usah menyebut nama). Menurut kisahnya, ia anak kedua dari enam bersaudara. Orangtuanya bekerja sebagai buruh tani. Menghidupi dan membiayai enam orang anak tentu merupakan tantangan tersendiri bagi mereka. Apalagi dengan pendapatan yang tidak menentu. Tergantung pada ada tidaknya orang yang mempekerjakannya. Jika melihat latar belakangnya itu, bisa tamat SMP tentu sudah prestasi tersendiri bagi sahabat saya itu.