Langsung ke konten utama

5 Nasehat Einstein Untuk Kesuksesan Kita @kangwiguk



Albert Einstein
Siapa yang tidak mengenal ilmuwan dan fisikawan hebat sepanjang sejarah manusia ini? Iya, Einstein dengan segala kemampuan dan kecerdasannya mampu tampil menjadi legenda dalam sejarah hidup manusia. Banyak sejarah hidup dan kisah inspiratif yang dapat kita pelajari darinya. Mulai dari teori relativitasnya, hingga kisah bagaimana ia mampu menaklukkan segala keterbatasan yang sempat menghalanginya. Berikut saya kutipkan 5 nasehat darinya untuk kemajuan dan kesuksesan kita. Apa saja 5 nasehat itu?

Imajinasi

“Imajinasi lebih penting dari pengetahuan,” demikian yang pernah dikatakan oleh Einstein. Terbukti, dengan memiliki imajinasi seseorang menjadi punya visi dan misi yang jelas dalam hidupnya. Ia menjadi paham dan mengerti tindakan apa yang mesti dilakukan. Target hidupnya menjadi lebih jelas dan
terukur, dengan demikian aktivitas yang dilakukan juga menjadi jauh lebih berkualitas. Coba Anda bayangkan, apa jadinya jika manusia tidak memiliki imajinasi? Bisa dipastikan hidup manusia akan menjadi sangat membosankan. Tak ada gairah. Tak memiliki semangat. Karena pada dasarnya gairah dan semangat hidup manusia tumbuh karena ia memiliki harapan dan pencapaian tertentu. Maka berimajinasilah. Bermimpilah, sebagaimana harapan dan cita-cita Anda. Dan selanjutnya, bangun dan berjuanglah untuk mewujudkannya.

Selalu Bertanya

Bagi sebagian orang, terlalu banyak bertanya adalah hal yang sangat menjengkelkan. Namun, Einstein punya pendapat lain, baginya, bertanya merupakan bagian dari upaya untuk melakukan perbaikan diri. “Hal yang terpenting adalah jangan berhenti bertanya,” demikian salah satu ungkapannya itu. Karena dengan bertanya seseorang yang awalnya tidak tahu menjadi tahu. Seseorang yang awalnya tidak mengerti menjadi mengerti. Inilah yang dimaksud dengan melakukan perbaikan secara terus menerus. Bagi masyarakat Jepang dikenal dengan istilah kaizen, perbaikan terus menerus. Bukankah Al Ghazali juga mengatakan, “Tidak tahu adalah separo dari ilmu?” Artinya bertanyalah, jangan diamkan ketidaktahuan Anda.

Selalu Berpikir Dengan Cara yang Berbeda

Berikut ungkapan Einstein lainya, “Adalah kegilaan, bagi mereka yang melakukan hal yang sama berulang kali, namun mengharapkan hasil yang beda.” Zaman telah banyak berubah, sayangnya, terkadang pola pikir kita masih tetap sama – kita belum melakukan inovasi dan strategi lain untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Maka wajar jika target dan harapan kita jauh dari kenyataan. Disini Einstein mengajak kita untuk tak bosan melakukan berbagai inovasi dan mengembangkan daya kreativitas kita guna menghasilkan pencapaian-pencapaian yang luar biasa dalam hidup kita.

Sadar, Kegagalan adalah Pembelajaran

“Orang yang tak pernah membuat kesalahan adalah orang yang tak pernah mencoba hal-hal baru,” demikian salah satu ungkapannya yang sangat legendaris itu. Sekian banyak orang terpaku dan terlena dengan zona nyamannya. Mereka lupa, bahwa perkembangan zaman 'berlari' demikian cepatnya. Bahkan terkadang kita sendiri pun juga turut terlena di dalamnya. Ayo, saatnya kita bangkit untuk mencoba hal-hal baru demi perbaikan dan kesuksesan kita. Jangan pernah takut gagal, bukankah orang-orang yang bermental sukses tidak pernah memiliki kamus 'gagal' dalam hidupnya, yang ada adalah proses yang masih jauh dari sempurna?

Penyederhanaan

“Kalau kamu tak dapat menjelaskan sesuatu secara sederhana, maka kamu tak mengerti sepenuhnya.” Hidup ini rumit tapi jangan dibikin rumit. Hidup ini susah, tapi jangan dibikin susah. Inilah cara berpikir sederhana. Bukan berarti lantas diam dan tidak melakukan apa-apa. Bukan itu yang dimaksud. Tapi melakukan breakdown atas berbagai tugas dan target yang ada sehingga aktivitas menjadi lebih ringan dan terarah namun tetap dengan pencapaian yang sempurna.

Yuk, coba aplikasikan dalam kehidupan kita ya...

Salam,
@kangwiguk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

2 Rahasia Sukses Andrie Wongso @kangwiguk

Andrie Wongso, "Sang Pembelajar" Saya yakin, Anda pun tahu siapa Andrie Wongso yang saya maksud dalam judul di atas. Yapp! Anda sama sekali tidak salah. Beliau adalah motivator no. 1 di Indonesia. Beliau lahir dari keluarga miskin di Malang pada tanggal 6 Desember 1954 dan telah lebih dari 20 tahun berkiprah sebagai pengusaha sukses. Kemauannya yang kuat untuk berbagi, semangatnya yang luar biasa, dipadu dengan pengalaman yang beragam, serta kebijaksanaan yang dimilikinya telah mengantarkan ia sebagai The Best Motivator Indonesia. Meski begitu, Beliau lebih suka jika disebut sebagai "Sang Pembelajar". Benar-benar sosok yang rendah hati 'kan?! Dan kabar baiknya, baru-baru ini Beliau telah memberitahukan kepada khalayak banyak mengenai rahasia kesuksesannya itu. Dan kini, saya turut membagikan rahasia kesuksesannya itu kepada Anda dengan harapan Anda bisa meraih kesuksesan sebagaimana kesuksesan yang telah Beliau raih beserta orang-orang sukses lainnya ...

Nyawa @kangwiguk

Sudah mafhum kita mengerti bahwa hidup manusia ditentukan oleh nyawa yang melekat pada badan ini. Tanpa adanya nyawa, mustahil manusia bisa hidup; bergerak, berbuat, berkehendak, makan, minum, dan lain sebagainya. Nyawa adalah nafas kehidupan setiap mahluk di semesta ini. Oleh karenanya dikatakan bahwa setiap yang bernyawa dikatakan hidup dan setiap yang telah kehilangan nyawa disebut mati, meskipun secara fisik masih utuh dan lengkap. Nyawa menjadi hal penting dan utama dalam kehidupan setiap individu. Dalam berjuang untuk menggapai kesuksesan pun dibutuhkan ruh atau nyawa yang akan senantiasa menggerakkan kita. “Nyawa” inilah yang akan membuat kita terus bergerak dan bergerak. “Nyawa” inilah yang akan membuat kita selalu bangkit meski berulang kali “badai” memporak-porandakan kehidupan

Orang Hebat @kangwiguk

Dulu, saat saya melamar pada salah satu agen properti di Surabaya dengan membawa selembar ijazah SMA - padahal jelas disitu ditulis 'minimal S-1 dengan IPK min 3.0'' – orang-orang pada mengatakan bahwa saya adalah orang yang hebat dan berani. Padahal saya tidak merasa seperti itu. Justru sebaliknya saya merasa bukan apa-apa karena masih banyak orang lain yang jaaaa...uuhh lebih hebat lagi. Dan salah satunya adalah sahabat saya. (Sebaiknya tidak usah menyebut nama). Menurut kisahnya, ia anak kedua dari enam bersaudara. Orangtuanya bekerja sebagai buruh tani. Menghidupi dan membiayai enam orang anak tentu merupakan tantangan tersendiri bagi mereka. Apalagi dengan pendapatan yang tidak menentu. Tergantung pada ada tidaknya orang yang mempekerjakannya. Jika melihat latar belakangnya itu, bisa tamat SMP tentu sudah prestasi tersendiri bagi sahabat saya itu.