Langsung ke konten utama

Mau dan Mampu (2) @kangwiguk

Meski harus mendekam dalam penjara, Buya Hamka tetap bisa berkarya. Tafsir Al- Azhar menjadi salah satu buah karyanya yang fenomenal yang ditulis semasa dalam masa tahanan. Mengapa Beliau bisa begitu? Karena Beliau mau menulis dan mampu melakukannya.

Pramoedya Ananta Toer, sastrawan legendaris Indonesia, satu-satunya wakil Indonesia yang namanya berkali-kali masuk dalam daftar Kandidat Pemenang Nobel Sastra, peraih pelbagai penghargaan internasional, diantaranya: The PEN freedom-to-write Award (1988), Ramon Magsaysay Award (1995), Fukuoka Cultur Grand Price, Jepang (2000), dan masih banyak penghargaan lainnya. Dan
ia menghabiskan hampir separuh hidupnya dalam penjara karena tuduhan yang tidak pernah terbukti. Meski begitu, lebih dari 50 karya telah ia hasilkan. Dan diantaranya telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 42 bahasa asing. Mengapa ia bisa melakukannya – walaupun banyak buah karyanya yang dilarang atau bahkan dibakar? Jawabannya sangat sederhana, karena ia mau dan mampu melakukannya.

"Salah satu ciri orang yang memiliki kemauan kuat untuk sukses adalah ia memiliki semangat yang berapi-api, tahan banting, dan tak gampang tergoyahkan oleh berbagai kendala yang pasti ada."

Lantas, bagaimana dengan diri kita?

Rasanya kita patut untuk mengevaluasi diri kita sendiri, terutama yang hingga detik ini masih belum “memiliki apa-apa” dan belum “menjadi siapa-siapa”. Sudahkah kita memiliki kemauan yang kuat? Sudahkah kita memiliki kemampuan yang mumpuni sesuai dengan bidang pekerjaan kita? Jika ternyata, kita masih ogah-ogahan dalam menjalani prosesnya; hobi mengeluh, suka mencari kambing hitam, dan gemar berputus asa, maka bisa dipastikan bahwa kemauan kita untuk sukses masih nol besar. Semua hanya omong kosong belaka. Karena salah satu ciri orang yang memiliki kemauan kuat untuk sukses adalah ia memiliki semangat yang berapi-api, tahan banting, dan tak gampang tergoyahkan oleh berbagai kendala yang pasti ada. Adakah ciri tersebut ada dalam diri kita? Semoga!

Salam,
@kangwiguk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

2 Rahasia Sukses Andrie Wongso @kangwiguk

Andrie Wongso, "Sang Pembelajar" Saya yakin, Anda pun tahu siapa Andrie Wongso yang saya maksud dalam judul di atas. Yapp! Anda sama sekali tidak salah. Beliau adalah motivator no. 1 di Indonesia. Beliau lahir dari keluarga miskin di Malang pada tanggal 6 Desember 1954 dan telah lebih dari 20 tahun berkiprah sebagai pengusaha sukses. Kemauannya yang kuat untuk berbagi, semangatnya yang luar biasa, dipadu dengan pengalaman yang beragam, serta kebijaksanaan yang dimilikinya telah mengantarkan ia sebagai The Best Motivator Indonesia. Meski begitu, Beliau lebih suka jika disebut sebagai "Sang Pembelajar". Benar-benar sosok yang rendah hati 'kan?! Dan kabar baiknya, baru-baru ini Beliau telah memberitahukan kepada khalayak banyak mengenai rahasia kesuksesannya itu. Dan kini, saya turut membagikan rahasia kesuksesannya itu kepada Anda dengan harapan Anda bisa meraih kesuksesan sebagaimana kesuksesan yang telah Beliau raih beserta orang-orang sukses lainnya ...

Nyawa @kangwiguk

Sudah mafhum kita mengerti bahwa hidup manusia ditentukan oleh nyawa yang melekat pada badan ini. Tanpa adanya nyawa, mustahil manusia bisa hidup; bergerak, berbuat, berkehendak, makan, minum, dan lain sebagainya. Nyawa adalah nafas kehidupan setiap mahluk di semesta ini. Oleh karenanya dikatakan bahwa setiap yang bernyawa dikatakan hidup dan setiap yang telah kehilangan nyawa disebut mati, meskipun secara fisik masih utuh dan lengkap. Nyawa menjadi hal penting dan utama dalam kehidupan setiap individu. Dalam berjuang untuk menggapai kesuksesan pun dibutuhkan ruh atau nyawa yang akan senantiasa menggerakkan kita. “Nyawa” inilah yang akan membuat kita terus bergerak dan bergerak. “Nyawa” inilah yang akan membuat kita selalu bangkit meski berulang kali “badai” memporak-porandakan kehidupan

Orang Hebat @kangwiguk

Dulu, saat saya melamar pada salah satu agen properti di Surabaya dengan membawa selembar ijazah SMA - padahal jelas disitu ditulis 'minimal S-1 dengan IPK min 3.0'' – orang-orang pada mengatakan bahwa saya adalah orang yang hebat dan berani. Padahal saya tidak merasa seperti itu. Justru sebaliknya saya merasa bukan apa-apa karena masih banyak orang lain yang jaaaa...uuhh lebih hebat lagi. Dan salah satunya adalah sahabat saya. (Sebaiknya tidak usah menyebut nama). Menurut kisahnya, ia anak kedua dari enam bersaudara. Orangtuanya bekerja sebagai buruh tani. Menghidupi dan membiayai enam orang anak tentu merupakan tantangan tersendiri bagi mereka. Apalagi dengan pendapatan yang tidak menentu. Tergantung pada ada tidaknya orang yang mempekerjakannya. Jika melihat latar belakangnya itu, bisa tamat SMP tentu sudah prestasi tersendiri bagi sahabat saya itu.