Langsung ke konten utama

Banyak Pengalaman Tak Selamanya Menguntungkan @kangwiguk



Bagi kebanyakan orang, memiliki segudang pengalaman adalah hal yang membanggakan sekaligus aset luar biasa yang dapat mendongkrak “nilai jual” seseorang – terutama karyawan seperti saya ini. Namun ternyata tak selamanya banyak pengalaman itu menguntungkan. Cerita sahabat saya, perusahaan tempat ia bekerja hanya mau menerima calon karyawan yang memiliki pengalaman tak
lebih dari dua tahun dibidang yang sama.

Lho, kenapa mesti begitu…?!

Masih menurut ceritanya, seseorang dengan pengalaman selama bertahun-tahun pada bidang yang sama cenderung lebih susah dibentuk karakternya. Ia akan mengalami kesulitan untuk menyesuaikan dengan budaya kerja yang berlaku di perusahaan yang baru. Karakternya telah terbentuk kuat sebelumnya, boro-boro kalau karakternya itu positif, kecenderungan mereka memiliki karakter yang negatif sehingga dikhawatirkan akan mempengaruhi karyawan lainnya.

Dari cerita sahabat saya ini, saya pun melakukan evaluasi terhadap beberapa karyawan di perusahaan tempat saya bekerja – terutama mereka yang telah memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun. Dan apa hasilnya …?!

Hasilnya benar sebagaimana yang disampaikan sahabat saya itu. Mereka yang telah berpengalaman cenderung lebih susah jika diajak koordinasi. Proses kerjanya lemah, attitude-nya rendah meskipun secara hasil masih bisa diandalkan. Apakah memang demikian?! Bagaimana dengan rekan-rekan di perusahaan Anda?! Share ya…!

Salam

@kangwiguk

Komentar

Posting Komentar

Terima kasih, Anda telah berkunjung ke blog saya. Masukan, saran, dan kritik dari Anda sangat berarti bagi saya.
Silahkan tinggalkan komentar Anda di sini...

Postingan populer dari blog ini

2 Rahasia Sukses Andrie Wongso @kangwiguk

Andrie Wongso, "Sang Pembelajar" Saya yakin, Anda pun tahu siapa Andrie Wongso yang saya maksud dalam judul di atas. Yapp! Anda sama sekali tidak salah. Beliau adalah motivator no. 1 di Indonesia. Beliau lahir dari keluarga miskin di Malang pada tanggal 6 Desember 1954 dan telah lebih dari 20 tahun berkiprah sebagai pengusaha sukses. Kemauannya yang kuat untuk berbagi, semangatnya yang luar biasa, dipadu dengan pengalaman yang beragam, serta kebijaksanaan yang dimilikinya telah mengantarkan ia sebagai The Best Motivator Indonesia. Meski begitu, Beliau lebih suka jika disebut sebagai "Sang Pembelajar". Benar-benar sosok yang rendah hati 'kan?! Dan kabar baiknya, baru-baru ini Beliau telah memberitahukan kepada khalayak banyak mengenai rahasia kesuksesannya itu. Dan kini, saya turut membagikan rahasia kesuksesannya itu kepada Anda dengan harapan Anda bisa meraih kesuksesan sebagaimana kesuksesan yang telah Beliau raih beserta orang-orang sukses lainnya ...

Nyawa @kangwiguk

Sudah mafhum kita mengerti bahwa hidup manusia ditentukan oleh nyawa yang melekat pada badan ini. Tanpa adanya nyawa, mustahil manusia bisa hidup; bergerak, berbuat, berkehendak, makan, minum, dan lain sebagainya. Nyawa adalah nafas kehidupan setiap mahluk di semesta ini. Oleh karenanya dikatakan bahwa setiap yang bernyawa dikatakan hidup dan setiap yang telah kehilangan nyawa disebut mati, meskipun secara fisik masih utuh dan lengkap. Nyawa menjadi hal penting dan utama dalam kehidupan setiap individu. Dalam berjuang untuk menggapai kesuksesan pun dibutuhkan ruh atau nyawa yang akan senantiasa menggerakkan kita. “Nyawa” inilah yang akan membuat kita terus bergerak dan bergerak. “Nyawa” inilah yang akan membuat kita selalu bangkit meski berulang kali “badai” memporak-porandakan kehidupan

Orang Hebat @kangwiguk

Dulu, saat saya melamar pada salah satu agen properti di Surabaya dengan membawa selembar ijazah SMA - padahal jelas disitu ditulis 'minimal S-1 dengan IPK min 3.0'' – orang-orang pada mengatakan bahwa saya adalah orang yang hebat dan berani. Padahal saya tidak merasa seperti itu. Justru sebaliknya saya merasa bukan apa-apa karena masih banyak orang lain yang jaaaa...uuhh lebih hebat lagi. Dan salah satunya adalah sahabat saya. (Sebaiknya tidak usah menyebut nama). Menurut kisahnya, ia anak kedua dari enam bersaudara. Orangtuanya bekerja sebagai buruh tani. Menghidupi dan membiayai enam orang anak tentu merupakan tantangan tersendiri bagi mereka. Apalagi dengan pendapatan yang tidak menentu. Tergantung pada ada tidaknya orang yang mempekerjakannya. Jika melihat latar belakangnya itu, bisa tamat SMP tentu sudah prestasi tersendiri bagi sahabat saya itu.