Langsung ke konten utama

Kesuksesan, Tak Perlu Kau Sibuk Mencarinya @kangwiguk

sumber gbr: bahpong.blogspot.com
Dalam sebuah pengantar bukunya, "Quantum Ikhlas", Erbe Sentanu (2007), mengatakan bahwa sesungguhnya manusia sudah berada di atas titik kesuksesannya. Karena default factory setting (fitrah penciptaan), sesungguhnya kesuksesan manusia sudah selalu siap, ready, hybernate di latar belakang kehidupannya. Jadi tak perlu lagi kesuksesan itu dicari di mana dan kemana. Karena semakin kita mencarinya, semakin susah kita menemukannya, alih-alih meraihnya.

Kesuksesan itu berada di dalam diri kita sendiri. Dan satu-satunya kunci yang bisa membuka gerbangnya adalah kesadaran kita sendiri, consciousness, atau dalam bahasa agamanya disebut dengan ketaqwaan.

"Cukup jalani saja apa yang ada di hadapan kita dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab yang tinggi, maka tanpa kita sadari, tahu-tahu kita sudah berada di puncak kesuksesan itu."

Sayangnya, kesadaran yang dimaksud ini sangat sulit untuk dijelaskan dengan tulisan, sama sulitnya dengan menjelaskan rasa coklat pada orang yang belum pernah merasakan nikmatnya coklat. Tetapi sekali saja kita berhasil membuatnya mencicipi coklat secara langsung, maka tidak ada yang perlu dikatakan dan dijelaskan lagi kepadanya. Karena ia sudah mengalaminya sendiri, bahkan sudah memahami dan menjiwai.

Begitu pula dengan kesuksesan kita. Tak perlu kita bingung mencari kemana dan dimana, cukup jalani saja apa yang ada di hadapan kita dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab yang tinggi, maka tanpa kita sadari, tahu-tahu kita sudah berada di puncak kesuksesan itu.

Tak percaya? Jalani saja...!

Salam,
@kangwiguk

Komentar

  1. Silahkan tinggalkan komentar...
    Masukan atau bahkan kritik dari Anda sangat berarti bagi saya.
    Terima kasih..

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih, Anda telah berkunjung ke blog saya. Masukan, saran, dan kritik dari Anda sangat berarti bagi saya.
Silahkan tinggalkan komentar Anda di sini...

Postingan populer dari blog ini

2 Rahasia Sukses Andrie Wongso @kangwiguk

Andrie Wongso, "Sang Pembelajar" Saya yakin, Anda pun tahu siapa Andrie Wongso yang saya maksud dalam judul di atas. Yapp! Anda sama sekali tidak salah. Beliau adalah motivator no. 1 di Indonesia. Beliau lahir dari keluarga miskin di Malang pada tanggal 6 Desember 1954 dan telah lebih dari 20 tahun berkiprah sebagai pengusaha sukses. Kemauannya yang kuat untuk berbagi, semangatnya yang luar biasa, dipadu dengan pengalaman yang beragam, serta kebijaksanaan yang dimilikinya telah mengantarkan ia sebagai The Best Motivator Indonesia. Meski begitu, Beliau lebih suka jika disebut sebagai "Sang Pembelajar". Benar-benar sosok yang rendah hati 'kan?! Dan kabar baiknya, baru-baru ini Beliau telah memberitahukan kepada khalayak banyak mengenai rahasia kesuksesannya itu. Dan kini, saya turut membagikan rahasia kesuksesannya itu kepada Anda dengan harapan Anda bisa meraih kesuksesan sebagaimana kesuksesan yang telah Beliau raih beserta orang-orang sukses lainnya ...

Orang Hebat @kangwiguk

Dulu, saat saya melamar pada salah satu agen properti di Surabaya dengan membawa selembar ijazah SMA - padahal jelas disitu ditulis 'minimal S-1 dengan IPK min 3.0'' – orang-orang pada mengatakan bahwa saya adalah orang yang hebat dan berani. Padahal saya tidak merasa seperti itu. Justru sebaliknya saya merasa bukan apa-apa karena masih banyak orang lain yang jaaaa...uuhh lebih hebat lagi. Dan salah satunya adalah sahabat saya. (Sebaiknya tidak usah menyebut nama). Menurut kisahnya, ia anak kedua dari enam bersaudara. Orangtuanya bekerja sebagai buruh tani. Menghidupi dan membiayai enam orang anak tentu merupakan tantangan tersendiri bagi mereka. Apalagi dengan pendapatan yang tidak menentu. Tergantung pada ada tidaknya orang yang mempekerjakannya. Jika melihat latar belakangnya itu, bisa tamat SMP tentu sudah prestasi tersendiri bagi sahabat saya itu.

Lebih Susah Mana Mencari Kerja Ataukah Mencari Tenaga Kerja @kangwiguk

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa jumlah pengangguran di Indonesia hingga akhir Februari 2013 tercatat sebesar 7,17 juta orang. (sumber: kompas.com, 6 Mei 2013). Hal ini ditengarai karena sempitnya lapangan kerja. Jumlah pengangguran tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia. “Untuk bisa sekolah saja susahnya minta ampun. Lha sekarang sudah lulus sekolah, nyari kerja ternyata lebih susah lagi,” begitu komentar salah satu tetangga saya yang kebingungan karena anaknya yang baru lulus sekolah menengah belum juga mendapat pekerjaan, meski telah melamar berulang kali.             Pertanyaannya sekarang, benarkah mencari kerja itu susah?