Langsung ke konten utama

@kangwiguk: Berani Memulai, Berani Menyelesaikan...!

Adakah orang yang tidak ingin sukses dalam kehidupannya? Saya rasa, siapa pun orangnya, tak peduli dari mana latar belakangnya, apa pendidikannya, dan dari suku mana ia dilahirkan, pasti ia pun berharap kesuksesan akan hadir dalam kehidupannya. Entah apa itu bentuknya? Karena harapan dan impian setiap orang pasti berbeda-beda.

Saya sepakat, bahkan sangat meyakininya, bahwa kesuksesan adalah hak setiap manusia. Kesuksesan adalah takdir mutlak setiap manusia. Tinggal kita mau menjemput takdir kesuksesan kita atau tidak?


"Kesuksesan adalah takdir mutlak setiap manusia. Tinggal kita mau menjemput takdir kesuksesan kita atau tidak?"

So, kita harus berani memulai kesuksesan kita! Berani untuk bermimpi dan berjuang mewujudkannya. Jangan patah semangat, apalagi sampai berputus asa. Segala halangan dan rintangan yang ada hanyalah batu kecil yang memang sengaja dihadirkan oleh Tuhan untuk mendidik kesiapan kita. Mendidik mental kita, agar kita menjadi pribadi yang tangguh dan bermental baja.

Ingat! Hanya mereka yang kuat yang dapat menjadi juara. Hanya mereka yang cepat yang bisa jadi pemenang. Oleh karenanya, jangan pernah berhenti sebelum melewati garis "finish" yang telah kita tetapkan sebelumnya.

Bagaimana, Sobat, siap untuk menjadi SANG JUARA?!

Salam,
@kangwiguk


Komentar

Posting Komentar

Terima kasih, Anda telah berkunjung ke blog saya. Masukan, saran, dan kritik dari Anda sangat berarti bagi saya.
Silahkan tinggalkan komentar Anda di sini...

Postingan populer dari blog ini

Orang Hebat @kangwiguk

Dulu, saat saya melamar pada salah satu agen properti di Surabaya dengan membawa selembar ijazah SMA - padahal jelas disitu ditulis 'minimal S-1 dengan IPK min 3.0'' – orang-orang pada mengatakan bahwa saya adalah orang yang hebat dan berani. Padahal saya tidak merasa seperti itu. Justru sebaliknya saya merasa bukan apa-apa karena masih banyak orang lain yang jaaaa...uuhh lebih hebat lagi. Dan salah satunya adalah sahabat saya. (Sebaiknya tidak usah menyebut nama). Menurut kisahnya, ia anak kedua dari enam bersaudara. Orangtuanya bekerja sebagai buruh tani. Menghidupi dan membiayai enam orang anak tentu merupakan tantangan tersendiri bagi mereka. Apalagi dengan pendapatan yang tidak menentu. Tergantung pada ada tidaknya orang yang mempekerjakannya. Jika melihat latar belakangnya itu, bisa tamat SMP tentu sudah prestasi tersendiri bagi sahabat saya itu.

2 Rahasia Sukses Andrie Wongso @kangwiguk

Andrie Wongso, "Sang Pembelajar" Saya yakin, Anda pun tahu siapa Andrie Wongso yang saya maksud dalam judul di atas. Yapp! Anda sama sekali tidak salah. Beliau adalah motivator no. 1 di Indonesia. Beliau lahir dari keluarga miskin di Malang pada tanggal 6 Desember 1954 dan telah lebih dari 20 tahun berkiprah sebagai pengusaha sukses. Kemauannya yang kuat untuk berbagi, semangatnya yang luar biasa, dipadu dengan pengalaman yang beragam, serta kebijaksanaan yang dimilikinya telah mengantarkan ia sebagai The Best Motivator Indonesia. Meski begitu, Beliau lebih suka jika disebut sebagai "Sang Pembelajar". Benar-benar sosok yang rendah hati 'kan?! Dan kabar baiknya, baru-baru ini Beliau telah memberitahukan kepada khalayak banyak mengenai rahasia kesuksesannya itu. Dan kini, saya turut membagikan rahasia kesuksesannya itu kepada Anda dengan harapan Anda bisa meraih kesuksesan sebagaimana kesuksesan yang telah Beliau raih beserta orang-orang sukses lainnya ...

Kiat Mengatasi Kejenuhan Kerja @kangwiguk

sumber gbr: gambarrumah.com Jika Anda akhir-akhir ini merasa telah dihinggapi kejenuhan atas berbagai aktivitas kerja yang ada, maka selayaknya Anda untuk segera melakukan evaluasi sebelum kejenuhan itu menurunkan produktivitas Anda, atau bahkan akan menghancurkan karier Anda. Menurut para pakar, kejenuhan seorang pekerja biasanya ditandai dengan menurunnya produktivitas kerja, perasaan malas, dan juga keengganan untuk berlama-lama di tempat kerja. Hal ini ditengarai karena beberapa faktor, diantaranya adalah faktor dari diri sendiri – biasanya ia memiliki masalah pribadi atau keluarga, faktor lainnya adalah hubungan yang kurang harmonis dengan atasan atau rekan kerja lainnya – pekerja merasa diintimidasi oleh atasan, dibanding-bandingkan dengan pekerja lainnya, dan lain sebagainya. Atau bisa juga karena faktor lingkungan, di mana lokasi kerja, tempat ia menghabiskan waktu selama berjam-jam tidak memberikan suasana yang nyaman.