Langsung ke konten utama

@kangwiguk: Postingan Pertama dan Seterusnya

Sebuah pepatah Cina mengatakan bahwa, "Perjalanan 1000 mil pun harus selalu dimulai dengan langkah pertama."

Sepakat dengan pepatah tersebut, saya pun berpikir seperti itu. Bagaimana sebuah tujuan bisa tercapai jika kita tidak pernah melakukan apapun untuk itu? Bagaimana sebuah harapan dapat diraih jika kita tidak pernah berjuang untuk meraihnya?


"Kebulatan tekad itulah yang akan senantiasa menjadi spirit kesuksesan kita."


Jadi, mulailah saat ini juga untuk mewujudkan harapan itu. Jika Anda ingin jadi penulis, misalnya, maka mulailah menulis saat ini juga. Karena tidak ada resep paling jitu untuk menjadi seorang penulis profesional kecuali dengan menulis dari waktu ke waktu - secara kontinyu dan konsisten. Pun begitu, jika Anda ingin menjadi seorang pengusaha (enterpreneur) maka mulailah saat ini juga, apapun itu jenis komoditinya. Karena dengan memulainya, berarti kita telah membulatkan tekad untuk berjuang dan berjuang mewujudkan harapan itu. Kebulatan tekad itulah yang akan senantiasa menjadi spirit kesuksesan kita.

Apakah dengan memulainya, lantas kita pasti berhasil?

Tentu tidak...! Tak ada jaminan atas kesuksesan kita. Tapi, jika Anda tidak pernah memulainya maka saya jamin Anda tidak akan pernah mencapai kesuksesan itu.

Begitu juga dengan saya, postingan ini merupakan spirit yang ingin saya bangun untuk senantiasa bisa berbagi dengan Anda semua. Berbagi semangat dan semangat untuk berbagi.

Salam,
@kangwiguk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang Hebat @kangwiguk

Dulu, saat saya melamar pada salah satu agen properti di Surabaya dengan membawa selembar ijazah SMA - padahal jelas disitu ditulis 'minimal S-1 dengan IPK min 3.0'' – orang-orang pada mengatakan bahwa saya adalah orang yang hebat dan berani. Padahal saya tidak merasa seperti itu. Justru sebaliknya saya merasa bukan apa-apa karena masih banyak orang lain yang jaaaa...uuhh lebih hebat lagi. Dan salah satunya adalah sahabat saya. (Sebaiknya tidak usah menyebut nama). Menurut kisahnya, ia anak kedua dari enam bersaudara. Orangtuanya bekerja sebagai buruh tani. Menghidupi dan membiayai enam orang anak tentu merupakan tantangan tersendiri bagi mereka. Apalagi dengan pendapatan yang tidak menentu. Tergantung pada ada tidaknya orang yang mempekerjakannya. Jika melihat latar belakangnya itu, bisa tamat SMP tentu sudah prestasi tersendiri bagi sahabat saya itu.

2 Rahasia Sukses Andrie Wongso @kangwiguk

Andrie Wongso, "Sang Pembelajar" Saya yakin, Anda pun tahu siapa Andrie Wongso yang saya maksud dalam judul di atas. Yapp! Anda sama sekali tidak salah. Beliau adalah motivator no. 1 di Indonesia. Beliau lahir dari keluarga miskin di Malang pada tanggal 6 Desember 1954 dan telah lebih dari 20 tahun berkiprah sebagai pengusaha sukses. Kemauannya yang kuat untuk berbagi, semangatnya yang luar biasa, dipadu dengan pengalaman yang beragam, serta kebijaksanaan yang dimilikinya telah mengantarkan ia sebagai The Best Motivator Indonesia. Meski begitu, Beliau lebih suka jika disebut sebagai "Sang Pembelajar". Benar-benar sosok yang rendah hati 'kan?! Dan kabar baiknya, baru-baru ini Beliau telah memberitahukan kepada khalayak banyak mengenai rahasia kesuksesannya itu. Dan kini, saya turut membagikan rahasia kesuksesannya itu kepada Anda dengan harapan Anda bisa meraih kesuksesan sebagaimana kesuksesan yang telah Beliau raih beserta orang-orang sukses lainnya ...

Kiat Mengatasi Kejenuhan Kerja @kangwiguk

sumber gbr: gambarrumah.com Jika Anda akhir-akhir ini merasa telah dihinggapi kejenuhan atas berbagai aktivitas kerja yang ada, maka selayaknya Anda untuk segera melakukan evaluasi sebelum kejenuhan itu menurunkan produktivitas Anda, atau bahkan akan menghancurkan karier Anda. Menurut para pakar, kejenuhan seorang pekerja biasanya ditandai dengan menurunnya produktivitas kerja, perasaan malas, dan juga keengganan untuk berlama-lama di tempat kerja. Hal ini ditengarai karena beberapa faktor, diantaranya adalah faktor dari diri sendiri – biasanya ia memiliki masalah pribadi atau keluarga, faktor lainnya adalah hubungan yang kurang harmonis dengan atasan atau rekan kerja lainnya – pekerja merasa diintimidasi oleh atasan, dibanding-bandingkan dengan pekerja lainnya, dan lain sebagainya. Atau bisa juga karena faktor lingkungan, di mana lokasi kerja, tempat ia menghabiskan waktu selama berjam-jam tidak memberikan suasana yang nyaman.