Langsung ke konten utama

Beauty and The Beast @kangwiguk


Iyap ...! Judul di atas adalah judul sebuah film animasi, yang kalau tidak salah diproduksi oleh Walt Disney. Anda sudah pernah menontonnya? Jujur, saya belum pernah menontonnya. Tapi dari beberapa tulisan yang pernah saya baca, film tersebut mengisahkan tentang seorang putri cantik jelita yang terjebak dalam istana yang dihuni oleh seorang monster buruk rupa. Namun seiring waktu berjalan, putri cantik jelita itu (beauty) jatuh cinta kepada si monster yang buruk rupa (beast). Dan ending-nya, ketulusan cinta sang putri itu akhirnya mampu menghilangkan kutukan seorang peri jahat atas diri beast beserta para pengikutnya, hingga akhirnya mereka berbahagia mengarungi kehidupan bersama.

Dari cerita film ini kita bisa belajar, bisa jadi, kehidupan yang sedang kita jalani saat ini amat buruk; pekerjaan tak sebaik harapan, penghasilan jauh dari kata cukup, malah terkadang beban tugas yang diamanahkan kepada kita amat berat, tak
sebanding dengan pendapatan yang kita terima. Namun percayalah! Jika kita menjalaninya dengan sepenuh hati, dengan penuh kesungguhan, ikhlas, dan penuh kesadaran bahwa pekerjaan adalah 'tugas suci' yang harus diselesaikan sebaik mungkin dan tepat waktu, bukan mustahil kebahagiaan akan datang pada saatnya.

Bukankah, keyakinan kita selalu mengajarkan bahwa balasan dari Tuhan tentu lebih baik dari apapun itu? Maka, mulailah setiap aktivitas Anda dengan penuh keyakinan, dengan penuh kesungguhan, dengan penuh ketulusan. Percayalah! Gusti Allah ora sare. Tuhan tidak (pernah) tidur. Dan Tuhan tahu, apa 'hadiah' terbaik untuk orang-orang yang telah bekerja dengan baik. So, lakukan yang terbaik mulai saat ini juga, apapun profesi dan pekerjaan Anda.

Salam,
@kangwiguk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

2 Rahasia Sukses Andrie Wongso @kangwiguk

Andrie Wongso, "Sang Pembelajar" Saya yakin, Anda pun tahu siapa Andrie Wongso yang saya maksud dalam judul di atas. Yapp! Anda sama sekali tidak salah. Beliau adalah motivator no. 1 di Indonesia. Beliau lahir dari keluarga miskin di Malang pada tanggal 6 Desember 1954 dan telah lebih dari 20 tahun berkiprah sebagai pengusaha sukses. Kemauannya yang kuat untuk berbagi, semangatnya yang luar biasa, dipadu dengan pengalaman yang beragam, serta kebijaksanaan yang dimilikinya telah mengantarkan ia sebagai The Best Motivator Indonesia. Meski begitu, Beliau lebih suka jika disebut sebagai "Sang Pembelajar". Benar-benar sosok yang rendah hati 'kan?! Dan kabar baiknya, baru-baru ini Beliau telah memberitahukan kepada khalayak banyak mengenai rahasia kesuksesannya itu. Dan kini, saya turut membagikan rahasia kesuksesannya itu kepada Anda dengan harapan Anda bisa meraih kesuksesan sebagaimana kesuksesan yang telah Beliau raih beserta orang-orang sukses lainnya ...

Orang Hebat @kangwiguk

Dulu, saat saya melamar pada salah satu agen properti di Surabaya dengan membawa selembar ijazah SMA - padahal jelas disitu ditulis 'minimal S-1 dengan IPK min 3.0'' – orang-orang pada mengatakan bahwa saya adalah orang yang hebat dan berani. Padahal saya tidak merasa seperti itu. Justru sebaliknya saya merasa bukan apa-apa karena masih banyak orang lain yang jaaaa...uuhh lebih hebat lagi. Dan salah satunya adalah sahabat saya. (Sebaiknya tidak usah menyebut nama). Menurut kisahnya, ia anak kedua dari enam bersaudara. Orangtuanya bekerja sebagai buruh tani. Menghidupi dan membiayai enam orang anak tentu merupakan tantangan tersendiri bagi mereka. Apalagi dengan pendapatan yang tidak menentu. Tergantung pada ada tidaknya orang yang mempekerjakannya. Jika melihat latar belakangnya itu, bisa tamat SMP tentu sudah prestasi tersendiri bagi sahabat saya itu.

Lebih Susah Mana Mencari Kerja Ataukah Mencari Tenaga Kerja @kangwiguk

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa jumlah pengangguran di Indonesia hingga akhir Februari 2013 tercatat sebesar 7,17 juta orang. (sumber: kompas.com, 6 Mei 2013). Hal ini ditengarai karena sempitnya lapangan kerja. Jumlah pengangguran tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia. “Untuk bisa sekolah saja susahnya minta ampun. Lha sekarang sudah lulus sekolah, nyari kerja ternyata lebih susah lagi,” begitu komentar salah satu tetangga saya yang kebingungan karena anaknya yang baru lulus sekolah menengah belum juga mendapat pekerjaan, meski telah melamar berulang kali.             Pertanyaannya sekarang, benarkah mencari kerja itu susah?